Pada waktu mengadakan kunjungan kerja ke daerah meninjau kelompencapir (kelompok penjilat, pengecap dan tukang sihir). Menteri Harmoko disertai para punakawan (al. Dirjen RTF, PPG dan Direktur TVRI=TV Ribut Iuran) menaiki pesawat dengan gayanya yang kocak dan khas. Seorang pramugari yang tergopoh-gopoh (karena melayani menteri) secara tidak sengaja menyenggol topi yang dipakai bapak menteri kita ini, sehingga topi tsb. terjatuh.
Sang pramugari secara spontan dan wajah sedikit ketakutan segera minta maaf dan akan mengambil topi yang terjatuh itu. Tapi apa yang terjadi? Harmoko segera menghardiknya “Stop, jangan diambil dulu !” Sang pramugari bertanya dengan nada heran “Kenapa pak?”
“Saya akan minta petunjuk dahulu kepada Bapak Presiden” jawab Harmoko kalem, sambil memberi perintah pada salah seorang punakawan untuk mengontak Cendana melalui HP-nya.
Entries categorized as ‘harmoko’
Mohon Petunjuk
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kategori: harmoko
Ingin Sampaikan Kabar Gembira
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Hari Rabu pekan lalu seorang perempuan cantik datang ke Departemen Penerangan. Ia menemui petugas penerima tamu dan mengatakan niatnya: mau ketemu Menteri Penerangan Harmoko. Petugas pun memberitahu bahwa Harmoko sudah bukan Menpen. Perempuan cantik itu kemudian pergi. Tapi satu jam kemudian dia muncul. “Saya ingin menghadap Pak Harmoko,” katanya kepada petugas yang sama. Dan petugas yang sama, dengan sedikit heran, tetap menerangkan bahwa Pak Harmoko sudah bukan Menpen lagi.
Perempuan itu pun sekali lagi pergi. Anehnya, setengah jam kemudian dia muncul kembali ke petugas yang sama dan mengatakan hal yang sama: mau ketemu Pak Harmoko. Para petugas mulai curiga dan menganggap ada yang aneh di sini. Maka mereka melapor ke atasan. Dan laporan sampai ke Dirjen Subrata.
Karena jadi ingin tahu, Subrata menunggu sampai perempuan cantik itu muncul lagi. Benar juga. Si Dia datang, dan kembali meminta mau ketemu “Pak Harmoko, Menteri Penerangan”. Kali ini Subrata yang menerangkan, “Lho, kan Ibu sudah beberapa kali datang tadi, dan sudah berkali-kali kami beritahu bahwa Pak Harmoko sudah bukan Menteri Penerangan lagi. Kok datang lagi, datang lagi?”
Jawab perempuan itu, “Itu dia, Pak. Saya datang berkali-kali supaya berkali-kali pula saya dengar kabar gembira itu.”
Kategori: harmoko
Beda Harmoko dan Madonna
Januari 25, 2008 · 1 Komentar
Dua mahasiswa saling melemparkan tebakan untuk adu kepintaran. Si A bertanya pada B, “Apa perbedaan dan persamaan antara kepala Harmoko dan pantat penyanyi seksi, Madonna?” ”Ah gampang. Kalau kepala Harmoko itu belah pinggir, sedang pantat Madonna belah tengah. Tapi isi keduanya sama,” sahut si B.
Si A pun manggut-manggut mengakui kepintaran temannya tersebut.
Kategori: harmoko
Bahasa Isyarat
Januari 25, 2008 · 1 Komentar
Selama dua periode menteri penerangan Harmoko dan Hartono – setidaknya sudah dua orang peraga bahasa isyarat di televisi dipecat, bahkan salah seorang hilang entah ke mana. Soalnya tiap kali penyiar menyebut “Menteri Penerangan …”, si peraga menyilangkan jari di jidatnya.
Kategori: harmoko
Beli Televisi Minus Harmoko
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Dua tahun lalu penjualan pesawat televisi di kawasan Maluku dan Irian menurun drastis. Pengamatan empirik ıni membuat sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomi suatu perguruan tinggi di Maluku melakukan survey untuk mengetahui sebab menurunnya penjualan pesawat televisi di Maluku dan Irian. Hasilnya, para konsumen membatalkan membeli pesawat televisi karena mereka selalu menanyakan kepada si pemilik toko, ‘‘Apakah ada pesawat televisi yang tidak ada siaran pidatonya Harmoko?”
Kategori: harmoko
Kisah Harmoko Waktu Muda
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Waktu Harmoko muda dan cari pekerjaan ke Jakarta, ia mengikut tes untuk jadi wartawan “Merdeka”. Ia dipanggil masuk kedalam, orang yang mengetestnya adalah Rosihan, temannya. Harmoko lega. Jam itu adalah jam tes kemampuan berhitung. Karena ini test psikologi, pertanyaannya agak aneh. Pertanyaan pertama, “Apa yang terbuat dari karet, berbentuk seperti bakiak, dan dipakai di kaki kiri ketika orang di kamar mandi?,’
Harmoko bingung. Melihat itu Rosihan membisikinya, “Sebuah sandal jepit.”
Kategori: harmoko
Terıma Kasih atas Kirimannya
Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Saat menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Khusus (Menrakus), Harmoko dapat tugas dari Pak Soeharto untuk melawat ke sejumlah negara di benua Afrika. Perjalanan tersebut untuk menemukan pola demokrasi ala Afrika. Malang tak dapat ditolak, saat berkunjung ke sebuah daerah suku terasing Afrika rupanya Harmoko terpisah dari rombongan dan stafnya. Ia ditangkap oleh sebuah kelompok suku yang masih kanibal.
Kategori: harmoko
Ilmu Capek
Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Pada musim kampanye Pemilu 97, Harmoko yang baru saja kampanye keliling pulang ke rumah setelah larut malam. Sambil melepas sepatu dan merebahkan diri ke ranjang, Harmoko berkata, “Wah, capeknya. Hari ıni benar-benar mengerikan.” “Saya pun merasa begitu,” ujar istri Harmoko, “Seingat saya, saya belum pernah merasa secapek ini.”
“Kau capek?” tanya Harmoko, “Kan saya yang berpidato terus-terusan? Mengapa kamu juga ikut capek?”
“Sebab,” ujar istrinya, “Saya terpaksa harus mendengarkan semua pidatomu itu.”
Kategori: harmoko
Itu Tadi Ransel
Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Dalam pesawat terbang dari Dili menuju Denpasar terdapat tiga penumpang. Yang seorang adalah anggota pramuka dan pastor asal Timor Timur dan Harmoko. Tiba-tiba terdengar suara pilot lewat pengeras suara.
“Dalam beberapa detik pesawat kita akan jatuh. Sayang kita hanya punya tiga parasut. Saya akan mengambil satu, karena saya harus melaporkan kecelakaan yang melipatkan tokoh penting ini.” Sang pilot pun langsung loncat.
Kategori: harmoko