Abdul Latief ke mana-mana selalu membawa sopir pribadinya, termasuk setiap kali memberikan ceramah tentang perlunya memunculkan peran serta buruh dalam Abad Globalisasi. Setiap kali Latief berceramah, sang sopir biasanya juga ikut duduk di ruangan ceramah menunggu Latief mengajaknya pulang. Akibat sering mendengar ceramah Latief yang itu-itu juga, suatu saat sang sopir memberanikan diri untuk menggantikan Latief. “Tuan Latief, kali ini biarlah saya yang berceramah dan Anda pura-pura jadi sopir saya,” usul sang sopir.
(lagi…)