Beberapa tahun silam, panggung Sri Mulat (kelompok lawak tradisional asal Jawa Timur) di Taman Ria – Senayan ditutup. Apa pasal? Menurut desas-desus yang beredar di kalangan seniman lawak dikatakan bahwa bubarnya Sri Mulat di Taman Ria – Senayan karena “kalah lucu” dengan banyolan para anggota DPR yang kebetulan berlokasi di dekatnya.
Benar tidaknya wallahualam, karena nyatanya Sri Mulat jadi sepi penonton.
Entries categorized as ‘orde baru’
Srimulat
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kategori: orde baru
Obral Otak
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Pada 30 tahun yang akan datang, teknologi rekayasa genetika sudah demikian berkembangnya, sehingga cangkok otak sudah dapat dilaksanakan dengan mudah. Oleh karena itu banyak otak yang diawetkan menunggu pasien yang membutuhkan. Di suatu bank/toko donor otak dijual otak dari berbagai negara di dunia. Dibawah ini adalah daftar harga otak berdasarkan negara asal.
Asal Otak Harga
USA free/obral/sale
Inggris Rp. 1.000.000,-
Jerman Rp. 900.000,-
Jepang Rp. 100.000,-
… …
Indonesia Rp. 1.000.000.000,-
Melihat daftar harga yang semacam itu, seorang turis yang masuk toko tersebut menjadi heran, terus dia bertanya kepada yang empunya toko
“Pak, … maaf pak kelihatannya daftar harga anda itu salah dan terbalik”
Yang punya toko: “Oh … tidak bung, harga otak tersebut memang betul, … otak yang termurah adalah otak USA dan Jepang karena sering digunakan jadi sudah rongsokan, … kalau anda membutuhkan otak, yang terbaik adalah otak Indonesia, karena masih orisinil, belum pernah dipakai selama hidup …”
Kategori: orde baru
Dimana Otaknya
Januari 25, 2008 · 1 Komentar
Seorang Indonesia menderita kecelakaan parah sehingga membutuhkan operasi otak yang canggih di USA. Dokter di USA yang sedang melakukan operasi tersebut melakukan pembedahan pada kepala korban, namun terjadi heboh besar karena ternyata didalam kepala korban tidak terdapat otak. Karena mengalami jalan buntu, dokter tersebut menelpon koleganya yang biasa menangani operasi otak orang Indonesia. Kolega ini dengan tenangnya menyarankan agar dokter tersebut jangan mencari otak orang Indonesia di kepala tetapi di “dengkul” (= lutut) … voila … ternyata setelah dicheck … memang betul otak orang Indonesia tersebut betul-betul di “dengkul.”
Kategori: orde baru
Kamus Humor
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
AIDS = Aku Ingin Ditelepon Soeharto (catatan: biasanya terjadi pada saat pembentukan kabinet)
Bimantara = Bambang Ingin Menguasai nusANTARA
Bimantara = BIni, Mantu, Anak TAmak dan RAkus
Golkar = GOLongan KOruptor and Rakus
Habibi = Habis bikin bingung (menjual)
Habibi = Hanya bisa bikin
HARMOKO = gayanya garang bagai HARimau, lucu kayak MOnyet, tukang jilat kayak Kodok
HARMOKO = HARi-hari oMOng Kosong
IMF = Indonesia Makin Fatal
Internet = Indomie Telur dan Cornet
Internet = Indonesia terkenal negatif terus
Korpri = Korban printah
KUHP = Kasih Uang Habis Perkara
LUBER = LUBangi BERingin
NIP = Nrimo Ing Pandum (Nerima apa adanya, gaji PNS kecil)
PBB = Pajak untuk Babe-Babe
PEMILU = PENipuan Umum
PKI = Partai kolusi antar birokrat militer konglomerat Indonesia
PPP = Putra Putri Presiden (nan rakus)
SDSB = Soeharto Dalang Segala Bencana
STTNAS = Soeharto Turun Tahta Negara Aman Sentosa
Suharto = SUdah HArus Tobat
Suharto = SUka HARta dan arTO
Supersemar = SUharto PERgi SEperti MARcos
Surjadi = SURuh apa saJA jaDI
Timor = Tommy Ingin Maya Olivia Rumantir
Timor = Tommy Itu Memang Orang Rakus
Turunkan harga = Turunkan Harto dan Keluarga
Tutut = Tanpa malu Terima Upeti Terus (sampai mati)
Tutut = Tanpa Usaha Tapi Untung Terus
TVRI = TV Ribut Iuran
UUD ‘45 = Usaha untuk dilestarikan (walau ada beberapa kelemahan)
Kategori: orde baru
Untung Bukan Malam Hari
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Dua orang preman dan seorang Timor-Timur bertemu di penjara Cipinang, mereka semua sudah dijatuhi hukuman. Preman yang satu mengatakan dia dihukum 10 tahun karena mencoba membunuh seorang cukong. Tapi ia merasa beruntung karena pembunuhan tidak terjadi. Kalau terjadi, dia bisa kena 20 tahun. Preman yang satu lagi bilang dia dihukum 5 tahun karena mencoba memperkosa istri penjual bakso, tapi dia merasa beruntung karena perkosaan tidak terjadi. Kalau terjadi, dia bisa masuk 10 tahun.
Orang Timor Timur bercerita dia dihukum 13 tahun karena kedapatan naik motor tanpa menyalakan lampu. Tapi untung, katanya, itu terjadi bukan waktu malam hari.
Kategori: orde baru
Lebih Baik Mati Sekarang
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Ada lima diplomat dari negara ASEAN berkunjung ke Kamboja untuk ikut menyelesaikan krisis politik di sana. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, dalam perjalanan ke luar kota Pnompenh mereka disergap Khmer Merah, dan dibawa ke hutan. Mereka diadili dan dinyatakan bersalah dan dihukum mati. Tapi karena Khmer Merah kali ini agak peduli dengan hak-hak asasi manusia, para diplomat ASEAN itu tidak akan ditembak serentak, tetapi satu demi satu harus loncat ke dalam kuali besar yang mendidih airnya. Sebelum itu, mereka dijanjikan akan dipenuhi permintaan mereka terakhir asalkan bukan permintaan untuk dibebaskan. (lagi…)
Kategori: orde baru
Kapitalis, Sosialis dan Pancasila
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
“Apa bedanya Kapitalisme dan Sosialisme?” “Kapitalisme membuat kekeliruan sosial!,” “Sosialisme membuat kekeliruan kapital!” “Lha, kalau Pancasila?” “Pancasilaisme di bawah Orde baru membuat kekeliruan sosial sekaligus kekeliruan kapital!”
Kategori: orde baru
Benar-benar Merdeka
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Pada peringatan Kemerdekaan RI ke-52, kantor KOMNAS HAM menerima berbagai surat. Di antaranya adalah beberapa kartupos bergambar bertuliskan; Salam dari Aceh Merdeka.
Salam dari Padang Merdeka.
Salam dari Papua Merdeka.
Salam dari Timtim Merdeka.
Salam dari Kopenhagen, dari Hasan Tiro yang merdeka!
Kategori: orde baru
Kelangkaan Hakim Jujur
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Seorang janda muda di Jakarta mengatakan dengan bangga kepada temannya: “Kau sudah tahu siapa yang akan mengawiniku? Seorang hakim agung dan seorang yang amat jujur!”.
Temannya heran: “Lho, kamu bakal punya suami dua orang?”
Kategori: orde baru
Naskah Proklamasi
Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Di sebuah desa di Timor Timur, seorang kepala sekolah yang berasal dari Jakarta baru datang untuk bertugas. Di hari pertama ia bertemu dengan para murid kelas enam, “Anak-anak, siapa yang menulis dan menandatangani naskah Proklamasi?” Tapi kelas itu cuma diam. Tidak ada yang menjawab. Pak Kepala Sekolah kecewa berat karena di antara murid kelas enam di sekolah itu tidak ada yang tahu nama Bung Karno dan Bung Hatta. Tapi ia tidak bilang apa-apa, dan baru mengemukakan kekecewaannya ini di depan rapat guru. (lagi…)
Kategori: orde baru