MatiKetawaDariPadaYangManaAlaSoeharto

Entries categorized as ‘tentara’

dwi Fungsi

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sugiyo sudah berumur 42 tahun dan mempunyai 4 orang putra.
Hari ini ia mengumpulkan semuanya dan menanyakan cita-cita mereka.
Si Sulung, Tohar, “Saya ingin menjadi direktur perusahaan dan Wiraswasta.” Si Nomor dua, Suhar, “Saya ingin menjadi Ulama yang terkenal.” Si Bungsu Suto, “Saya ingin jadi anggota DPR.”  Sugiyo gembira mendengar cita-cita anaknya, lalu ia berkata, “Kalau begitu kalian semua harus masuk ABRI.”

Kategori: tentara

Yang Boleh dan yang Tidak

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang jendral Militer mengundang para wartawan guna memberi arahan apa yang boleh diberitakan dan apa yang tidak boleh diberitakan.
“Berita Suksesi tidak boleh ditulis, Presiden tidak suka. Pemogokan buruh, jangan ditulis, nanti terjadi konflik. Berita korupsi tidak boleh dipolitisir, wibawa pemerintah rusak. Monopoli tidak boleh menyebut keluarga Presiden, itu tidak etis. Politik tidak boleh memihak rakyat, nanti resah. Kenaikan harga tidak boleh dijadikan berita utama, rakyat nanti marah. Berita ini tidak boleh…. Berita ini tidak boleh….dst.”
Seorang wartawan muda yang tidak sabar lalu menyela, “kalau begitu Jendral, apa yang boleh kami beritakan?”
Si Jendral menjawab dengan tenang, ” kalian beritakan yang barusan saya ucapkan!”

Kategori: tentara

Jendral Kuper

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tersebutlah tiga orang bersaudara. Seorang buruh tani dari Siantar, seorang konglomerat, dan seorang jenderal masih bersaudara. Sang konglomerat mengajak mereka ke restoran “steak” yang terkenal di Jakarta.    Tapi mereka datang agak terlambat. Begitu masuk, si pelayan utama restoran itu dengan sopan menemui mereka dan mengatakan, bahwa restoran tak bisa melayani lagi.

(lagi…)

Kategori: tentara

Teka-teki

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang perempuan cerdas, seorang jenderal cerdas dan sang Gatotkaca memasuki sebuah ruangan di sebuah lembaga penelitian aerodinamika.    Di depan pintu, sebuah robot menyodori mereka sebuah rumus untuk dipecahkan.

Pertanyaannya sekarang: siapa yang bisa menguraikan rumus itu?

Jawab: si perempuan cerdas. Mengapa? Sebab yang dua lainnya itu jenis makhluk yang tidak pernah ada di alam nyata.

Kategori: tentara

Ancaman Khas ABRI

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang prajurit ABRI terbunuh dalam sebuah kontak senjata di pinggiran Los Palos di Timor Timur. Nyawanya melayang, menuju ke pintu surga. Di pintu surga tampak Santo Petrus sedang menjaga pintu masuk.    ”Aku anggota ABRI,” ujarnya kepada Petrus.

“Ya,” kata Santo Petrus, “Anda tak boleh masuk, kami tak ingin ada keributan di sini seperti yang terjadi di umum.”

“Siapa yang mau masuk? Subversi ya!,” hardik anggota ABRI itu. “Kuberi waktu lima menit untuk segera mengosongkan tempat ini.”

Kategori: tentara

Kisah Suster Timtim

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ini kejadian di sebuah biara di Timor Timur. Suster Kepala sangat cemas dengan situasi keamanan di daerah itu. Pada suatu saat ia memanggil diam-diam salah seorang biarawatinya yang cantik, Suster Maria.    Ia bertanya, berbisik, “Misalkan, Suster Mari berjalan-jalan di pinggir kota Dilli malam-malam. Suster ketemu dengan seorang tentara yang punya niat jahat. Apa yang Suster akan lakukan dalam situasi itu.”

“Saya akan mengangkat rok saya,” ujar Suster Maria.

Suster Kepala (kaget), “Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah itu?”

“Saya akan minta laki-laki itu membuka celananya juga celana dalamnya,” sambung Suster Maria.

Suster Kepala (tambah kaget), “Hah! Lalu apa?”

“Saya akan lari dengan rok diangkat, sedang di akan tidak bisa lari cepat dengan celana lepas semua.”

Kategori: tentara

Bordil

Januari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di sebuah sekolah SD di pinggiran sebelah umur kota Dili, Timor Timur, seorang guru dari Jawa menanyai murid-muridnya tentang profesi orang tuanya masmg-masing.    Seorang murid Kelas V bernama Caspar yang mengidolakan Xanana Gusmao sebagai pahlawan mendapat gilirannya. Ia pun menjawab, “Ayah saya jadi petugas rumah bordil.”

Tentu saja si Guru terkejut mendengarnya. Siangnya ia segera mengirimkan sebuah surat untuk ayah Caspar. Guru merninta ayah Caspar datang menemuinya.

Esoknya muncul seorang anggota Babinsa lengkap dengan seragam hijaunya dorengnya. Lagi-lagi sang Guru terkejut dan tergagap.

“Saya sekarang benar-benar bingung. Bukankah Bapak yang bertugas di Kodim Dili? Kenapa di kelas anak Bapak mengatakan bahwa Bapak adalah petugas rumah bordil. Dari penjelasan anak Bapak, tadinya saya sendiri mengira Bapak bekerja di Aspal Goreng (lokalisasi di pinggiran Dili -red.)!”

“Ah, maafkan dia. Dia masih kecil. Dia selalu begitu. Dia malu bapaknya jadi tentara Indonesia.”

Kategori: tentara

Dilarang Bicara

Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Untuk mensukseskan program “ABRI Masuk Desa” sejumlah pasukan di sebuah desa terpencil di pinggiran Ainaro, Timtim, dikerahkan untuk mendirikan gedung sekolah. Setelah itu mereka diinstruksikan agar mengajak anak anak agar mau pergi bersekolah. Rupanya Soares, 10, adalah salah satu anak yang dipaksa tentara bersekolah. Di sekolah ia diajari oleh guru tentara tentang sejarah Proklamasi RI, perjuangan kemerdekaan, pahlawan Cut Nyak Dien dan Teuku Umar, era kejayaan Majapahit dan Pemberontakan Komunis pada September 1965.

(lagi…)

Kategori: tentara

Slogan ABRI

Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di sebuah ruangan kelas di pinggiran Desa Qom, kawasan ujung timur Timtim, tentara diberi kesempatan mengajar pelajaran bahasa di sebuah sekolah menengah. Seorang perwira muda ABRI menerangkan bahwa pemerintah Indonesia sekarang ini tengah menggiatkan sejumlah program demi kesejahteraan masyarakat Timor Timur .    ”Ada ABRI masuk desa, kain masuk desa, koran masuk desa, listrik masuk desa. Coba silogisme apa yang bisa dibuat? ,

Seorang pelajar, Manuel, yang tampaknya kesal dengan pelajaran tersebut mengacungkan jari, “ABRI ke desa, pakai sarung, baca koran, kesetrum.”

Kategori: tentara

Menghindari Ancaman ABRI

Januari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dua orang lelaki di pinggiran Los Palos, Timtim, ditangkap ABRI dengan tuduhan terlibat kegiatan antiintegrasi. Mereka dibawa ke Markas SGI di Dili dan menjalani proses pemeriksaan. Meski disiksa, keduanya menolak memberikan keterangan.    ”Di mana tempat tinggalmu?,” tanya, interogrator.

“Saya tinggal di sembarang tempat,” jawab yang satu. “Kadang di ladang, di gunung, di hutan, di pantai, di rumah penduduk …yaa… dimana saja.”

Merasa buntu menghadapi perlawanan ala Timtim, sang interogrator beralih kepada lelaki satunya. “Kalau kau, tinggal dimana?”

“Ah, saya bertetangga dengan dia.”

Kategori: tentara