Ilmu Capek

Pada musim kampanye Pemilu 97, Harmoko yang baru saja kampanye keliling pulang ke rumah setelah larut malam. Sambil melepas sepatu dan merebahkan diri ke ranjang, Harmoko berkata, “Wah, capeknya. Hari ıni benar-benar mengerikan.” “Saya pun merasa begitu,” ujar istri Harmoko, “Seingat saya, saya belum pernah merasa secapek ini.”

“Kau capek?” tanya Harmoko, “Kan saya yang berpidato terus-terusan? Mengapa kamu juga ikut capek?”

“Sebab,” ujar istrinya, “Saya terpaksa harus mendengarkan semua pidatomu itu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s