Itu Tadi Ransel

Dalam pesawat terbang dari Dili menuju Denpasar terdapat tiga penumpang. Yang seorang adalah anggota pramuka dan pastor asal Timor Timur dan Harmoko. Tiba-tiba terdengar suara pilot lewat pengeras suara.

“Dalam beberapa detik pesawat kita akan jatuh. Sayang kita hanya punya tiga parasut. Saya akan mengambil satu, karena saya harus melaporkan kecelakaan yang melipatkan tokoh penting ini.” Sang pilot pun langsung loncat.

Melihat pilot dengan gesit meloncat, Harmoko buru-buru mengambil sebuah parasut yang ada di dekatnya. “Saya perlu menyelamatkan diri,” ujar Harmoko, “Sebab saya bertugas memimpin Sidang Umum MPR untuk menggolkan Soeharto sebagai Presiden RI.” Harmoko pun langsung terjun nenyusul sang pilot.

Pastor pun menatap si pramuka kecil. “Nak,” ujar sang pastor, “Saya sudah puas menjalani kehidupan ini. Sedang kamu masih harus menjalaninya. Gunakanlah parasut ini. Semoga Tuhan menyertaimu, Nak.”

“Jangan bersedih, Pastor”‘ ujar si pramuka. “Kita masih punya dua parasut. Yang diambil Pak Harmoko tadi adalah ransel saya.”

2 responses to “Itu Tadi Ransel

  1. kalau membuat cerita lucu, sebaiknya tidak melibatkan nama mantan pejabat yang cukup berjasa, siapapun dia kita harus ingat jasa seseorang,jangan dibuat lucu2an yang sifat melecehkan.

  2. Iya, pejabat penjilat. harmoko mana ada jasanya, orang semua kerjanya berkat petunjuk Buapak Pruesident SoeHarto. Harmoko manduk2 kyk ayam, ga punya mental. dah kyk debu gampang terbawa sana sini yg memang ga ada artinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s