Lapor

Mantan ajudan yang kemudian jadi Wapres, Try hampir mati. Soeharto yang datang membezoek berpesan, “Setelah kamu mati nanti, kamu harus menelepon daripada saya”.    “Siap, Pak. Laksanakan,” ujar Try tetap dengan gaya ajudannya.

Kemudian, keesokan harinya benar-benar mati. Besok malamnya Soeharto mendengar suara.

“Kau kah itu?” tanya Soeharto. “Bagaimana, engkau senang tinggal di sana?”

“Siap, Pak. Saya senang sekali,” jawab Try, “jauh lebih senang daripada di dunia.”

“Nah,” kata Soeharto, “Sekarang kau ceritakan, seperti apa yang namanya daripada surga itu.”

“Surga?” tanya Try, “Saya tidak di surga!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s